Archive for 2013-03-31
REYOG PONOROGO
“Karena keinginan Prabu Klana Sewandana yang ingin
memiliki generasi penerus, ia akhirnya memutuskan untuk melanggar titah sang
guru K.S Lawu berupa larangan bagi dirinya untuk menyentuh seorang wanita.
Berangkatlah iring-iringan temanten yang di pimpin oleh barisan warok lengkap
dengan sebuah tari kreasi kebudayaan yang belum pernah ada di jagad raya ini.
Tarian dadak merak dan singo barong serta 144 prajurit jathil diiringi suara
gong beri , kenong dan terompet. Seketika sang guru marah karena keserakahan
Klono Swandana yang akhirnya menuruti hawa nafsu duniawi. Akhirnya demi
kelangsungan hidup Kerajaan Bantarangin, klonosewandana mengurungkan niatnya
untuk mempersunting Dewi Songgolangit.”
Ma – him holic, Bicara tentang Reog Berarti
membicarakan tentang kebudayaan Ponorogo. Bagaimana proses sebuah komunitas
manusia di Ponorogo jaman animisme dinamisme mencari tentang kebenaran tuhan.
Dalam mitos reyog banyak hal-hal yang dihubungkan dengan keseimabngan hidup
dunia dan akhirat atau lebih ke ha-hal yang religius ( sang hyang Agung ). Hal
ini dapat digambarkan dalam burung merak yang bertengger di atas kepala singa.
Burung merak diyakini sebagai peliharan para dewa simbol sebagai tanda yang
menggambarkan Yang Maha Pencipta. Proses ritual keagamaannya seperti yang kita
saksikan sebagaimana reyog saat ini.
Situs Kunthi pada awal ke-7
(terletak di Pager Bungkal ) yang berisi tentang ritual keagamaan dengan simbol
reyog hingga kini masih dipertanyakan kebenarannya. Apakah abad ke-7 adalah
masa hancurnya kepercayaan animisme atau justru masa kejayaan kepercayaan
aliran animisme dinamisme masyarakat Ponorogo. Dalam hal ini, dapat kita petik
bahwa kebudayaan reyog sudah ada sebelum abad ke-7.
Namun sebuah mitos tentunya akan
menjadi kepercayaan. Relatif, ya.... Ma-Him holic. Tergantung masing-masing
individu yang menerimanya. REYOG berasal dari kata SAHIYEK, dikutip dari
perkataan guru lawu saat menerima pilihan Prabu Klana Swandana yang
mengurungkan niatnya untuk menikah. “ SIRA KABEH SARUJUKTO ( SAHIYEKTO ) LAN
SAHIYEK SEKO PROYO “.
Percaya atau tidak, inilah
tempat-tempat yang menjadi saksi bisu REYOG PONOROGO. Antara lain :
“ WENGKER “. Wana Angker, yang berarti hutan angker.
Dahulu disebut Kota Lama yang sekakarang lebih dikenal dengan nama Pasar Pon.
“KERAJAAN
BANTAR ANGIN” Bantar adalah tempat yang luas dan lapang dengan padang ilalang
di sekitarnya. Yang berarti tempat lapang yang
berangin. Bantar angin terletak di daerah Seboto desa
Sumoroto. Di tempat ini masih banyak diketemukan batu bata merah yang ukurannya
besar-besar. Konon dahulu tempat inilah yang menjadi pusat pemerintahan
Kerajaan Bantarangin.
“ TAJUG”. Berasal dari kata Tag Jujug yang berarti
muncul secara tiba-tiba. Daerah Tajug dipercaya sebagai tempat dimana sang guru
Klono swandana, KS. Lawu memberi titah larangan untuk Klono Swandana agar
segera membatalkan pernikahannya dengan Dewi Songgolangit. Saat itu sang guru muncul
secara tiba-tiba saat iring-iringan temanten melakukan perjalanan menuju
Kediri.
Mungkin itu hanya secuil misteri
Reyog yang ada di Ponorogo. Meski banyak keyakinan yang berbeda, tetapi kita
harus ingat satu hal. Reyog adalah kebudayaan , kesenian dan jiwa Ponorogo.
Jangan biarkan Negara manapun, siapapun dan apapun merebut, menodai, Reyog
kita. Mari bersama-sama melestarikan Reyog Ponorogo.
ilham ahmad
Impian
by : ilham Ahmad
Matahari yang terbit
Hujan yang berhenti
Langit biru selalu
memandangku
Kubuat impian di atas
kertas
Masa
lalu yang pedih
Kubuat
sebagai penerang
Dari
sini kubuat sendiri masa depanku
Kebijaksanaan...
kejujuran... kebaikan...
Yang diajarkan oleh
guruku
Akan kujadikan motivasi
hidupku
Mata yang menatap tanpa
berhenti
Politik
diroda ekonomi
Yang
menusuk tanpa berhenti
Dengan
jalan yang menindas
Akan
kujalani tanpa menyerah
Posted by Unknown